09 Desember 2018

EndsChoco di Gebyar Wirausaha Online 8 Desember 2018 di BPPT Thamrin Jak Pus



Belajar tak terbatas ruang
Belajar tak memandang usia
Belajar beragam ilmu untuk kebermanfaatan
Setiap sukses berawal dari niat, tekad, usaha dan doa.
Bergerak dalam kebaikan, Selalu.
~endahhayuning

09 November 2018

250 UMKM Bogor Dan Depok Ikuti Bimbingan Teknis Pangan BPOM



08 November 2018 18:06 WIB 
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - BOGOR:  Sebanyak 250 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari Kabupaten dan Kota  Bogor serta  Depok telah mengikuti Bimbingan Teknis bagi UMKM Pangan di Gedung Sahala  Martua, Parung, Kabupaten Bogor pada tanggal 6 dan 7 November 2018. Hari pertama diikuti 125 peserta dan hari kedua diikuti 125 peserta lagi yang berbeda.
Bimtek tersebut dalam rangka intervensi keamanan pangan yang diselenggarakan oleh  KADIN dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kepala Loka POM  Bogor Fauzi Ferdiansyah pada hari kedua (7/11) kemarin menegaskan pentingnya pelaku usaha UMKM mengetahui berbagai hal. Yaitu meliputi cara produksi pangan yang baik, cara pendaftaran ijin edar dan keamanan pangan terkait dengan bahan tambahan.
Hal itu juga terkait dengan gerakan masyarakat sehat atau Germas.
Diinformasikan oleh Fauzi Ferdiansyah untuk kepentingan masyarakat maupun pelaku usaha makanan dan minuman BPOM RI telah membuka Loka POM di wilayah Kabupaten Bogor yaitu di gedung baru di Desa Puspasari.
Pada kesempatan itu dipamerkan produk makanan dan minuman Coklat Cabe dan minuman Sheila Fresh sebagai contoh.
Menurut pemilik minuman kemasan Sheila Fresh bernama Syariah Salim, ia baru satu tahun usaha minuman tersebut. Namun sekarang sudah punya distributor.
"Jadi hanya produksi saja," kata ibu yang lokasi produksinya di Depok itu.
Sementara  Ketua Ikatan Wanita Pengusaha  Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bogor Inne Roswianita  sebagai pembina UMKM mengharapkan agar BPOM  memberi keringanan untuk mengurus PIRT Makanan Dalam Negeri (MD) dan Makanan  Luar Negeri (ML) yang  Halal.
"Karena bagi pelaku UMKM tarif Rp 300.000 itu cukup mahal," kata Inne Roswianita lagi.
Ia juga mengharapkan agar IWAPI Bogor difasilitasi dengan penambahan kuota.
Kalau hanya pendampingan 30 anggota saja, IWAPI masih bisa menampung.
"Namun yang  ingin kami  sampaikan, dari data kemarin lebih kurang 200 peserta UMKM butuh pendamping hingga bisa berjalan sendiri," ujarnya.
Karena itu diharapkan oleh Ketua IWAPI Bogor ini agar pemerintah melalui BPOM menjadi jalan untuk pendampingan UMKM.
"Jika wanita wanita Indonesia sudah bisa mendapatkan penghasilan yang layak,  dan  mendukung para suami, maka  akan menghasilkan penerus penerus yang  soleh dan solehah," ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Seorang peserta Bimtek hari kedua, Endah Hayuning Pangastuti dari Parungpanjang yang juga anggota IWAPI Kabupaten Bogor  mengakui begitu banyak manfaat bimbingan teknis tersebut.
" Manfaatnya, para  pelaku UMKM  mendapatkan ilmu mengenai cara produksi pangan yang baik, cara pendaftaran ijin edar, maupun  pengawasan keamanan pangan terkait bahan tambahan makanan," kata pemilik usaha coklat cabe Endschoco itu.

Kepesertaannya dalam Bimtek tersebut juga bermanfaat untuk perluasan jaringan dengan sesama pelaku UKM di wilayah Depok dan Kabupaten maupun Kota  Bogor. ***\

19 April 2018

Toples Hardtop Persiapan Lebaran 2018

Bulan Ramadhan tinggal dalam hitungan hari. Pengusaha kue, coklat, dan aneka makanan ringan mulai berburu kemasan.

Toples hardtop dari tahun ke tahun terus menjadi pilihan favorit. Persiapan lebaran 2018 kami sudah mulai melayani pesanan toples dari customer setia.

Beberapa tipe toples hardtop yang selalu menjadi pilihan customer kami diantaranya:
√ hardtop 1291 bulat sekat lima
√ hardtop 312 persegi panjang sekat tiga
√ hardtop 901 persegi panjang 350gram
√ hardtop 112 kotak 350gram
√ hardtop 292 tabung 200gram
√ hardtop 700b gelas 250gram

Info dan pemesanan hubungi
Endah 085718833931

21 November 2017

Coklat Cabe dan Forum Komunikasi Pariwisata Kabupaten Bogor 2017

Agenda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor dalam upaya meningkatkan sinergi forum UMKM dan pengusaha pariwisata. Diadakan di hotel Lorin Sentul city, pada Senin tanggal 20 November 2017.

Coklat Cabe EndsChoco bersama beberapa UMKM dari kecamatan Parungpanjang berpartisipasi sebagai peserta kegiatan ini.

Dialog antara pengusaha dan UMKM, memberikan informasi mengenai kebutuhan industri pariwisata utamanya perhotelan dan restoran yang bisa dipenuhi oleh UMKM.
Karena banyak UMKM yang menghasilkan produk berkualitas.  Diantara produk tersebut adalah sabun cuci, hiasan dinding, perlengkapan berbahan kayu/bambu, Craft dan makanan untuk souvenir.

Pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan kerjasama antara DisBudPar dan hotel Lorin Sentul city untuk menampung produk UMKM yang lolos seleksi.

Nah, sahabat UMKM, mari kita tingkatkan kualitas produk kita agar berjaya di negeri sendiri.